Seperti yang di ceritakan di part sebelumnya, cara pandang aku tentang anak broken home itu berbeda dari yang sebelumnya.
Okey, aku kadang iri liat teman-teman yang lengkap dengan ibu bapanya di rumah. atau ketika mereka cerita main bareng dengan keluarganya yang lengkap itu. Aku paling bisa mengulas senyum, dan memberi tanggapan hebat kepada mereka walau hati ini kayak teriris tapi gatau sama apa.
Bukan hanya sampai itu saja irinya, kadang dalam acara sekolah rapat orangtua atau liburan sekolah. Mereka bersama kedua orangtuanya tentunya, sedangkan aku pasti di gantikan oleh bibi karena ibu sibuk bekerja dan ayah jauh disana. Kalo di ceritakan pasti banyak irinya.
Tapi pas sekolah SMK aku jadi sangat bersyukur, kenapa? Ya karena aku hidup berdua dengan ibu yang sangat amat menyayangiku hingga aku bisa melanjutkan sekolah ke SMK ya berkat perjuangan ibuku. Mungkin jika ayah dan ibuku masih bersatu aku ga akan jadi aku yang seperti ini. Bahkan aku gatau di teruskan untuk melanjutkan pendidikan atau tidak dengan prinsip ayah yang sudah kalau perempuan ujung-ujungnya di dapur. Aku sangat salut sama pemikiran ibu yang begitu kekinian terus mendukungku ke arah yang lebig baik.
Setelah banyak yang aku pelajari dari meratapi diri sebagai anak broken home. Ternyata ya aku berbeda, aku bisa lebih kuat dari teman-teman seumuranku. Ketika kerikil kehidupan datang, tenang aku sudah melewati badai. Pokoknya aku berjanji pada diriku sendiri aku akan lebih baik dari aku yang sebelumnya. Kalau ada yang bilang anak broken home itu selalu dengan hal yang negatif. Aku bakal buktikan ga semua anak broken home adalah hal negatif.
Karena dulu aku masih pelajar ya udah aku buktikan saja dengan prestasi-prestasi belajar ku. Dan aku mampu menduduki juara 1 di kelasku dan itu tidak tegeserkan sampai aku lulus sekolah SMK. Akhirnya aku bisa membanggakan ibuku yang dengan kerja kerasnya menyekolahkanku. Tidak sampai disana, aku juga mengikuti berbagai lomba di tingkat kabupaten. Dan aku mendapatkan beasiswa siswi berprestasi jadi bayaran sekolah aku lebih ringan. Aku sih engga mikirin jauh-jauh dulu tuh, pokoknya hari ini hari yang aku lalui harus jadi hari yang terbaik.
Komentar
Posting Komentar