Memasuki Sekolah Menengah Pertama (SMP) aku yang biasa-biasa ini saat di SD menjadi lumayan luar biasa, hehe. pasalnya pas di SD palingan aku dapat rangking 3 atau 4, pernah rangking 2 itu pun hanya 1 semester kalo tidak salah. Nah, pas SMP ini nih aku mulai sangat rajin, rajin baca buku di perpustakaan sekolah, atau baca buku di perpustakaan desa. Dan sampai akhirnya, aku bisa rangking 1, dan jeng jeng aku masuk 10 besar ranking di satu angkatanku. Ibuku bangga? pasti bangga dong. anaknya yang satu-satunya ini bisa mencapai pencapaian itu.
Aku juga punya 3 sahabat pas sekolah SMP namanya Nur Agnia Putri Jauhari, Lisna Verawati Fajrin, dan Dini Nurhapidah. Sampai aku menulis blog ini, aku rasa mereka lah yang paling care sama hidupku. Kita selalu sharing segala hal, mereka juga selalu ngingetin aku segala hal bahkan hal yang sepele. Akh, I miss u so much my best friend. Oh ya, aku juga punya 2 sahabat tambahan pas kelas 3 SMP. namanya Fikry Dwi Anjani dan Ismawati Martina. Mereka juga terbaik pokoknya. jadi kita tuh dulu Punya nama genk "D-NAFIL" pokoknya genk ini di rumuskan sangat serius dan di sah kan secara paksa. haha
Pokoknya masa-masa SMP tuh, indah banget lah. Belajarnya asik, jajannya ya asik banget, dan di warnai 5 sahabatku ini setiap harinya. Pulang sekolah barengan, dan kadang deg-degan takut di kejar soang. Kalo hari libur sekolah pasti kumpul. akh, pokoknya indah. Terimakasih sahabatku.
Waktu tak terasa, begitu cepat berlalu kini sudah saatnya melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya. Tapi disini aku ngerasa sedih aja gtu, kelima sahabatku sudah mulai pendaftaran di sekola negri. Sedangkan aku masih bingung mau lanjut kemana. melihat biaya yang di keluarkan untuk sekolah SMA/SMK yang lumayan besar. Di satu sisi aku juga kasian sama ibuku, dia hanya seorang diri membesarkan ku. Ada pemikiran ga mau lanjut sekolah aja gtu, tapi kalau tidak diteruskan mau apa aku nanti. Akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan sekolah swasta, ya walau jaraknya jauh ke kota. Tapi dengan pembayaran biaya yang cukup murah. Aku terus meyakinkan ibu agar sekolah aku di teruskan. Ya aku ga perduli sama sekali sekolah ku ini sekolah yang favorit di daerahku atau tidak. Aku yakin aja, di manapun sekolahnya, asal kitanya rajin yaa akan berhasil.
Memasuki masa SMK, agak lumayan kaget sih. populasi di sekolah SMK Swasta ternyata kebanyakan laki-laki. Hampir di setiap kelas muridnya laki-laki semua. hehe. Awal-awal sih takut yaa, tapi kesini-kesini seru juga. mereka baik-baik ko. Aku juga punya banyak teman dari daerah lain. karena aku dulu tinggal maja sedangkan aku sekolah di majalengka. jadi dari berbagai daerah majalengka yang sebelumnya aku gak tau. eh, jadi tau.
Masuk SMK kayak memulai sesuatu yang baru bagiku. Teman baru, guru baru, lingkungan baru, tempat nongkrong baru, dan cara padangku tentang anak broken home jadi berubah.
Mau tau cara pandangku berubah seperti apa? mari ikut di part selanjutnya.
Komentar
Posting Komentar