Menginjak Usia Sekolah Dasar (SD) Ibuku pulang dari Negeri Jiran. Aku sangat bahagia ibuku pulang pada saat itu. Tapi entah mengapa dan kenapa, ibuku jadi berbeda. Pertama aku ketemu beliau, dia malah bertanya ke bibi "Si neng kurus banget, apa ga di kasih makan selama aku disana". Perasaan aku, aku sama seperti teman-teman ku yang lain. Apa aku tekanan batin? Entahlah anak se-usia segitu mana tau dia tekanan batin atau engga.
Hari-hariku berikutnya aku bersama ibuku terus. Ibuku membangun sebuah rumah di belakang rumah bibi. Semenjak hari itu aku selalu bersama ibuku, Kata Ibu mendingan punya rumah sendiri, walaupun kecil ya itu rumah kita. Mau itu berantakan kayak kapal pecah atau rapih se rapih-rapihnya, enakan di rumah sendiri.
Ibuku sering cerita kalo di Negeri Jiran sana dia menjaga 3 orang anak dari majikannya. Dan aku selalu di banding-bandingkan dengan mereka. Entahlah, ibuku menjadi sangat keras kalau berbicara. Dari nadanya, dari bahasa yang dia keluarkan. Walau iya ibuku tidak pernah mencubit, menjewer, atau bahkan memukul tapi beliau menasehatiku dengan cara berbica terus berbicara tiada henti. Yasudah, mungkin itu cara beliau mendidik anaknya. Aku sebagai anak ya hanya bisa menerima.
Aku Sudah kelas 4 SD, yang aku tau aku banyak membeli buku-buku paket di sekolahanku. Kebutuhan sekolahku makin banyak. Ibuku harus bekerja lebih keras lagi untuk membesarkan aku, dari mulai bekerja di sebuah konveksi di kampungku sampai akhirnya ibuku membuka jahitan "Ratna Collection" katanya di ambil dari namaku biar ibu lebih semangat lagi kerjanya.
Walau anak satu-satunya, ibu tidak mau aku menjadi anak yang manja. Dari mulai Sekolah Dasar aku sudah mencuci baju sendiri, mencuci sepatu, menyetrika baju sendiri, pokonya yang berhubungan sama diri sendiri yaa harus dilakukan sendiri. Kalau untuk urusan masak itu menjadi tanggung jawab ibu, katanya takut terjadi apa-apa sama anaknya.
Sharing adalah hal sering aku lakukan dengan ibuku, apapun aku ceritakan kepada beliau. Dari mulai kejadian yang bikin lucu, kejadian sedih, banyak sekali yang aku ceritakan. Mungkin bisa di bilang " ibu mileneal" ibu yang ngikutin zaman anaknya, walau harus tetap di ajarin sama anak satu-satunya ini.
Yaa aku bangga punya ibu seperti ibuku, membesarkan anaknya sendirian. Di bantu ayah juga sih, sedikit. hehe. Ya intinya ibuku mengajariku banyak hal, dari mulai yang sangat sepele sampai hal-hal yang besar. Ibuku terbaik, I love u mom.
Komentar
Posting Komentar